Posted on

Generasi Milenial Lebih Gemar Apartemen, Mengapa?

Tak ada habisnya kita membahas Generasi Milenial. Apa yang ada dalam sudut pandang mereka, terutama tentang keuangan, selalu jadi topik hangat. Termasuk, betapa mereka lebih suka tinggal di apartemen ketimbang rumah.

Harap diingat dan dicatat, milenial yang dimaksud di sini adalah mereka yang hidup di kota besar dengan akses mudah ke teknologi. Ada fenomena menarik yang ditemukan soal kecenderungan bertempat tinggal para Generasi Milenial atau mereka yang berusia pada rentang 18 hingga 34 tahun saat ini.

Sebuah studi gabungan mengenai hunian di Harvard University pada 2014 memaparkan bahwa orang-orang pada usia 25 hingga 34 tahun menunda pembelian atau tinggal di rumah. Mereka lebih senang tinggal di apartemen. Alasan teratas karena finansial.

Namun, setelah dikaji lagi, finansial bukanlah faktor utama. Faktor tren menempati alasan paling kuat. Tren sewa atau tinggal di apartemen menyurutkan pilihan mereka pada rumah. Berkaca pada fenomena Generasi Milenium tersebut di Amerika Serikat, kecenderungan itulah yang juga sedang terjadi di Indonesia.

Tren tersebut mulai tumbuh, terutama pada kota-kota yang sedang mengembangkan hunian vertikal. Dengan pertimbangan lokasi dan semakin sempitnya lahan, apartemen menjadi solusi tempat tinggal di kota-kota besar.

Pengamat properti David Cornelis mengatakan, mahasiswa zaman dulu identik dengan kos, rumah sewa, dan asrama yang dekat atau dalam lingkungan kampus. Tren hunian mahasiswa Generasi Milenial kini tidak lagi ngekos, melainkan bergeser ke apartemen. Ini membuat kehadiran apartemen di sekitar lingkungan perguruan tinggi semakin mewabah. “Adanya apartemen bagi mahasiswa memberikan kenyamanan bagi mahasiswa dan ketenangan bagi orangtua,” katanya.

Saat ini, apartemen tak hanya dilirik oleh para investor dan pengusaha saja tapi juga Generasi Milenial. Gaya hidup yang serba praktis, membuat para milenial lebih memilih untuk tinggal di apartemen. Namun, tak sembarang apartemen yang dipilihnya. Apartemen tersebut haruslah berkualitas dengan berbagai kemudahan akses dan kelengkapan fasilitas.

Pada 2020, Generasi Milenial diprediksi meningkat dua kali lipat. Dari yang hanya 71 juta jiwa menjadi 142 juta jiwa. Hal ini juga menjadi faktor pemicu mengapa Generasi Milenial harus memilih apartemen jika mereka masih ingin tinggal di pusat kota. Karena ketersediaan rumah tapak tidaklah mampu memenuhi kebutuhan Generasi Milenial nanti.

Tentu masih banyak alasan lain mengapa Generasi Milenial lebih menyukai tinggal di apartemen. Mulai dari gaya hidup hingga investasi. Berikut beberapa keuntungan hunian apartemen:

1. Apartemen hunian praktis

Generasi Milenial tidak suka hal-hal yang ribet. Mereka sudah terbiasa dengan segala kemudahan berkat kecanggihan teknologi. Dengan tinggal di apartemen, segala kebutuhan mereka bisa didapatkan dengan mudah. Karena umumnya, sebuah apartemen memiliki fasilitas lengkap dan memadai.

2. Apartemen memiliki ruang minimalis

Minimalis memang salah satu kriteria hunian incaran milenial. Ukurannya yang tidak terlalu besar dibanding rumah menjadi salah satu alasan mengapa milenial lebih menyukai apartemen. Selain itu, generasi ini cenderung memanfaatkan waktu untuk bekerja. Sehingga dengan ukuran minimalis, akan mempersingkat waktu membersihkan dan merawat tempat tinggalnya.

3. Apartemen terletak di tengah kota

Pusat kehidupan Generasi Milenial yang berada di tengah kota membuat mereka lebih memilih apartemen. Sebab, sebagian besar lokasi apartemen berada di tengah kota. Apartemen memiliki akses yang cepat terhadap apa saja yang mereka butuhkan, seperti kantor, fasilitas umum, pusat hiburan, dan sebagainya.

4. Keamanan dan kenyamanan terjamin

Pengelola apartemen telah mengaplikasikan sistem keamanan yang ketat dan terjamin sehingga membuat penghuninya merasa aman dan nyaman. Jika membutuhkan bantuan, mereka tinggal menghubungi petugas perawat apartemen. Fasilitas serba mudah ini sangat cocok untuk Generasi Milenial.

5. Apartemen sebagai hunian dan investasi

Saat ini, sebagian besar milenial sudah melek investasi. Bahkan mengganggap bahwa investasi juga menjadi bagian dari gaya hidup. Banyak dari mereka yang menjadikan hunian sebagai investasi jangka panjang. Karena yakin bahwa di masa depan akan banyak orang mencari apartemen. Dan, nantinya mereka bisa menjualnya kembali dengan harga yang tentu lebih tinggi.

Sumber : www.wormtraders.com
www.liputan6.com/bisnis